Sabtu, 07 Desember 2013

Pelajaran Berharga Dari Penjual Gorengan

Di pasar tradisional sarapan yang menjadi pilihan wajib biasanya gorengan karena harga dan rasa yang kontras buat para manusia super (super ngirit maksudnya) termasuk Mboat. Hehe Sampai satu waktu Mboat dalam keadaan mata berair, idung tersumbat dan hati yang hancur (singkatnya galau) dan duduk dilapak penjual gorengan. Tanpa sepatah kata dari mulut mboat tanpa sadar 8 gorengan udah mboat lahap. Melihat keadaan seperti itu mungkin si abang gorengan yang "so you know" tapi akurat tiba-tiba bicara kaya gini "anak muda apa yang ada didepan mu itu berbeda bentuk dan rasa, pasti ada salah satu yang sangat kau sukai, lekas lah ambil dan jangan kau anggap tak berharga karena akan terasa sangat berharga apabila yang kau sukai itu sudah tak ada dalam genggaman mu. Seperti itulah hidup anak muda". Tersentak dari lamunan karena kata-kata abang gorengan yang kena dihati plus mboat keselek ampe batuk. Terimakasih abang tukang gorengan ternyata pengalaman mu sangat matang sematang bakwan. Hehe

Rabu, 21 Agustus 2013

Posisi Dewa

Posisi ini memang paling ideal untuk ngungkapin apa yang kita rasain. Misalnya kalo lagi mules, lagi capek bahkan sampe lagi sedih juga posisi duduk kayak gini pasti jadi pilihan utama. Sekarang beda urusannya kalo lagi sedih bang bro, pasti posisi ini bisa terasa amat menusuk ke lubang idung eh relung hati maksundnya.
Mboat belakangan ini lagi meresapi kuda-kuda kesedihan ini, dan ternyata bukannya malah ringan tapi malah makin berat yang Mboat rasain kalo ga salah serasa ada Dewa duduk di pundak Mboat.wkwkwk
Pesan moral yang mau Mboat bagi sama Mboaters semua (waduh belagu ya?) "kesedihan separah apapun tak akan pernah bisa hilang kalo cuma dibawa diam menyendiri, bawa masalah kalian keluar dan berbaur dengan kesenangan biar sedikit demi sedikit kesedihan kalian bisa hilang tertelan tawa kesenangan."